Selamat Datang Di Website Resmi, SUARA INDEPENDEN JURNALIS INDONESIA

Proyek Drainase Pengendali Banjir Rp 9,116 Miliar Kota Serang : Ditemukan Tenaga Kerja Tanpa APD dan Adukan Semen Manual, Tidak Pake Sesuai Dukungan Alat.

 


SERANG — 24 Oktober 2026 — Proyek Pembangunan Drainase Pengendali Banjir Kota Serang yang dibiayai APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026 kini memunculkan tiga masalah serius yang menjadi objek pemantauan LSM Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (ALMAK) Perwakilan Banten bersama media.

Data proyek dari papan informasi :

- Nama pekerjaan : Pembangunan Drainase Pengendali Banjir Kota Serang

- Penyedia jasa : CV. Naga Hitam Kusuma

- Nomor kontrak : 600.1.4.1/131‑29‑DPUPR/2026

- Tanggal kontrak : 27 Juli 2026

- Waktu pelaksanaan : 120 hari kalender

- Sumber dana : APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026.


Temuan di Lapangan

1. Tenaga kerja di lokasi terlihat tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm proyek dan sepatu keselamatan.

2. Adukan pasir dan semen dilakukan secara manual menggunakan cangkul, tidak menggunakan mesin molen sebagaimana seharusnya sesuai spesifikasi teknis.

3. Mengunakan Semen merk Conch dan Bejt

Dasar Hukum

1. Undang‑Undang No 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum

2. Undang‑Undang No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi Pasal 68 : Penyelenggara pekerjaan wajib memastikan status lahan sah serta mengawasi mutu pekerjaan konstruksi

3. Undang‑Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 87 : Pengusaha wajib memberikan dan menjamin penggunaan APD bagi tenaga kerja

4. Undang‑Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Pasal 32 : Seluruh tahapan proyek harus dilaksanakan sesuai rencana dan peraturan yang berlaku

5. Peraturan Pemerintah No 16 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi : Mewajibkan penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja serta pemenuhan spesifikasi teknis material

Pernyataan Febriansyah (Ketua ALMAK Banten)

 “Kami melakukan pengawasan sekaligus. Pertama memantau apakah mutu pekerjaan, cara pencampuran material dan penerapan K3 berjalan sesuai kontrak. 

Desakan LSM, Media dan Warga

1. Dinas PUPR Provinsi Banten menjelaskan secara terbuka status hukum keluhan warga dan proses pengadaan tanah yang telah dilakukan;

2. Inspektorat Provinsi Banten melakukan sidak keseluruhan mulai dari pengawasan mutu konstruksi, cara pencampuran semen sampai penerapan keselamatan kerja;

3. Memerintahkan kontraktor segera memperbaiki seluruh pelanggaran di lokasi proyek;

4. Memastikan selama pekerjaan berjalan selalu menerapkan aturan keselamatan kerja bagi tenaga kerja.

LSM menegaskan akan terus mencatat setiap tahapan pekerjaan dengan dokumentasi dan melaporkan ke instansi berwenang jika ditemukan penyimpangan.

( Tim )

0 Komentar