LEBAK ,siji or.id — Forum Presidium Pers, LSM dan Ormas Kabupaten Lebak melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Dody Irawan, S.T., M.Si., guna membahas berbagai perkembangan sektor pendidikan, termasuk pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan jenjang TK, SD dan SMP yang tengah berjalan.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana dialogis tersebut menjadi ruang bagi Forum Presidium untuk menyampaikan aspirasi, masukan serta sejumlah temuan dan informasi yang berkembang di lapangan terkait penyelenggaraan pembangunan pendidikan di Kabupaten Lebak.
Dalam audiensi itu, Dody Irawan menjelaskan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan tidak semata-mata harus dipandang sebagai pembangunan atau perbaikan fisik bangunan sekolah. Lebih dari itu, revitalisasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan mendukung perkembangan peserta didik.
Menurut Dody, pembangunan pendidikan pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya dilihat dari capaian administratif maupun kepemilikan ijazah, tetapi juga dari terbentuknya karakter, kemampuan berpikir, kemandirian, kreativitas serta kecakapan peserta didik dalam menghadapi kehidupan.
“Pendidikan bukan hanya soal ijazah. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak memiliki karakter, kemampuan berpikir, mandiri, kreatif dan memiliki kecakapan untuk menghadapi kehidupannya,” demikian poin yang disampaikan dalam pembahasan tersebut.
Sementara itu, Forum Presidium menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian berdasarkan informasi dan kondisi yang ditemukan di lapangan, khususnya berkaitan dengan pelaksanaan revitalisasi sekolah. Beberapa di antaranya menyangkut kualitas hasil pekerjaan, kesesuaian pelaksanaan dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis), hingga adanya informasi mengenai dugaan praktik yang dinilai tidak semestinya terjadi di lingkungan sekolah penerima manfaat program.
Forum menekankan pentingnya pengawasan secara berjenjang agar pelaksanaan revitalisasi tidak berhenti pada terpenuhinya pembangunan fisik semata. Setiap pekerjaan diharapkan sesuai dengan spesifikasi, ketentuan teknis dan tujuan program sehingga anggaran pemerintah benar-benar menghasilkan sarana pendidikan yang layak dan bermanfaat bagi peserta didik.
Kontrol Sosial Harus Tetap Berjalan
Ketua Forum Presidium Pers, LSM dan Ormas Kabupaten Lebak, Abdul Kabir Albantani, menegaskan bahwa fungsi kontrol sosial merupakan bagian penting dalam mengawal program pemerintah, termasuk pembangunan sektor pendidikan.
Menurutnya, kritik maupun pengawasan yang dilakukan Pers, LSM dan Ormas seharusnya tidak dipandang sebagai upaya mencari kesalahan, melainkan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam memastikan program pemerintah berjalan transparan, tepat sasaran dan sesuai ketentuan.
“Kontrol sosial bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan program pemerintah berjalan sesuai aturan, tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Abdul Kabir.
Ia menegaskan, Forum Presidium siap membangun komunikasi yang sehat dan konstruktif dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak maupun pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, keterbukaan komunikasi antara pemerintah dan elemen masyarakat penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan.
“Kalau ada persoalan, mari kita komunikasikan dan periksa bersama. Yang terpenting adalah bagaimana pendidikan di Kabupaten Lebak semakin baik dan anggaran negara yang digunakan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” tambahnya.
Dinas Pendidikan Apresiasi Fungsi Pengawasan
Menanggapi audiensi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Dody Irawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian Forum Presidium terhadap dunia pendidikan.
Dody berharap komunikasi antara pemerintah daerah dengan insan Pers, LSM dan Ormas dapat terus terjalin secara konstruktif. Menurutnya, masukan dari berbagai elemen masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Lebak.
Audiensi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan berbagai persoalan pendidikan lainnya, mulai dari pemerataan akses pendidikan, kualitas sarana dan prasarana, mutu proses pembelajaran hingga penguatan karakter peserta didik. (Tim)
Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat pengawasan dan kolaborasi seluruh pihak. Dengan demikian, program revitalisasi sekolah tidak hanya menghasilkan bangunan yang baru atau lebih layak, tetapi juga benar-benar berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan dan kualitas generasi penerus di Kabupaten Lebak.(Red)



0 Komentar