SERANG, banten.siji.or.id. – Pembongkaran bangunan liar (bangli) oleh Satpol PP Kabupaten Serang di Kampung Citawa, Desa Kibin, Kecamatan Kibin, pada Jumat (12/6/2026), masih menjadi perbincangan publik. Pasca penertiban tersebut, muncul berbagai spekulasi dan dugaan terkait keberadaan bangunan yang berdiri di lokasi tersebut.
Salah satu isu yang berkembang di masyarakat adalah dugaan bahwa bangunan-bangunan tersebut berkaitan dengan aktivitas peredaran minuman keras (miras). Namun, sejumlah pemilik bangunan membantah tudingan tersebut dan meminta adanya klarifikasi dari pihak terkait.
Salah seorang pemilik bangunan mengaku bahwa bangunan yang digunakan untuk usaha kecil guna menopang kebutuhan keluarga, bukan untuk menjual minuman keras seperti yang beredar di tengah masyarakat.
Selain itu, muncul pula informasi mengenai dugaan adanya sewa atau biaya sewa lahan dengan nominal yang bervariasi, bahkan disebut mencapai Rp15 juta. Dugaan tersebut mengarah kepada oknum di lingkungan Pemerintah Desa Kibin, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait mekanisme maupun penggunaan lahan yang ditempati bangunan tersebut.
Menanggapi informasi yang berkembang, Kepala Desa Kibin, Samsudin, membantah adanya praktik penyewaan lahan yang hasilnya masuk ke pihaknya maupun kepada pemerintah desa.
“Tidak ada sewa ke desa,” ujar Samsudin saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp.
Saat dimintai tanggapan lebih lanjut terkait informasi yang beredar dan rencana pemberitaan, Samsudin mengaku masih mengumpulkan informasi sebelum memberikan penjelasan secara rinci.
“Jangan dulu, saya mau kumpulkan dulu. Nanti kita ketemu saja, Kang. Saya masih di luar,” katanya. Pada senin 15/6/2026.
Meski telah ada bantahan dari Kepala Desa Kibin, sejumlah pihak berharap persoalan tersebut dapat diungkap secara terbuka dan transparan guna menghindari polemik yang berkepanjangan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kecamatan Kibin maupun instansi terkait mengenai dugaan sewa lahan tersebut, termasuk terkait mekanisme bangunan yang telah dibongkar. Masyarakat berharap adanya penjelasan yang jelas dan transparan agar berbagai informasi yang berkembang tidak menimbulkan spekulasi maupun kesimpangsiuran di ruang publik.
Sementara itu, tim awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh keterangan yang berimbang dan memastikan kejelasan informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Apabila terdapat tanggapan atau penjelasan resmi, akan dimuat pada pemberitaan berikutnya.
(Tim Lapangan)



0 Komentar