SERANG – Pengurus Cabang (PC) PMII Kabupaten Serang menyoroti keputusan PB PMII yang mengubah lokasi aksi secara mendadak. Kebijakan tersebut dinilai menimbulkan pertanyaan di kalangan kader dan peserta aksi karena dianggap tidak disertai penjelasan yang memadai kepada struktur organisasi maupun massa yang terlibat.
Ketua PC PMII Kabupaten Serang, Refaldi, mengatakan bahwa setiap keputusan strategis yang berkaitan dengan gerakan mahasiswa harus dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada kader. Menurutnya, perubahan lokasi aksi yang dilakukan secara tiba-tiba berpotensi memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik apabila tidak dijelaskan secara terbuka.
“Perubahan lokasi aksi yang terjadi secara mendadak tentu menimbulkan tanda tanya. Karena itu, kami meminta PB PMII memberikan penjelasan yang jelas mengenai alasan, pertimbangan, dan mekanisme pengambilan keputusan tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan kader maupun masyarakat,” ujar Refaldi.
Ia menambahkan, independensi organisasi mahasiswa merupakan prinsip yang harus dijaga dalam setiap momentum perjuangan. Oleh sebab itu, seluruh proses koordinasi dan pengambilan kebijakan perlu dilakukan secara terbuka demi menjaga kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa.
Refaldi juga mengingatkan pentingnya menjadikan berbagai polemik yang pernah terjadi di lingkungan gerakan mahasiswa sebagai pelajaran berharga. Menurutnya, setiap isu yang berpotensi menimbulkan dugaan adanya intervensi pihak luar harus dijawab dengan transparansi dan klarifikasi yang komprehensif.
“Kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa dibangun melalui integritas dan keterbukaan. Ketika muncul pertanyaan atau kecurigaan di tengah kader, maka organisasi berkewajiban memberikan penjelasan yang objektif agar tidak berkembang menjadi spekulasi yang tidak berdasar,” katanya.
Kecurigaan kader semakin menguat setelah munculnya tuntutan reshuffle kabinet dalam agenda aksi. Pasalnya, isu tersebut dinilai tidak menjadi pembahasan utama dalam konsolidasi sebelumnya dan muncul bersamaan dengan keputusan mendadak memindahkan lokasi aksi. Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai proses perumusan tuntutan dan arah gerakan yang sebenarnya.
Ketua PC PMII Kabupaten Serang, Refaldi, menilai PB PMII perlu menjelaskan secara terbuka dasar dimasukkannya tuntutan reshuffle kabinet ke dalam agenda aksi. Menurutnya, perubahan substansi tuntutan dan perpindahan lokasi aksi yang terjadi dalam waktu bersamaan berpotensi menimbulkan persepsi adanya agenda di luar hasil konsolidasi kader.
"Kami meminta PB PMII menjelaskan kepada publik dan kader mengenai dasar tuntutan reshuffle kabinet serta alasan perpindahan lokasi aksi. Jangan sampai muncul anggapan bahwa ada agenda titipan yang tidak berasal dari aspirasi kader dan hasil kajian organisasi," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa klarifikasi terbuka diperlukan untuk menjaga independensi organisasi dan menghindari berkembangnya spekulasi di kalangan kader maupun masyarakat.
PC PMII Kabupaten Serang berharap PB PMII dapat segera menyampaikan keterangan resmi terkait perubahan lokasi aksi tersebut. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus memastikan bahwa seluruh kebijakan yang diambil tetap berlandaskan pada kepentingan perjuangan mahasiswa dan aspirasi masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari PB PMII terkait alasan perubahan lokasi aksi yang menjadi sorotan sejumlah kader di berbagai daerah.
DN



0 Komentar