SERANG, banten.siji.or.id. – Pelayanan di Puskesmas Jawilan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, dikeluhkan sejumlah warga. Keluhan tersebut mencuat setelah adanya dugaan pelayanan yang dinilai kurang maksimal terhadap seorang pasien anak pada Jumat (5/6/2026).
Keluhan bermula saat Dani Hamdani, warga Kampung Tipar, Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan, mendatangi Puskesmas Jawilan sekitar pukul 09.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis bagi anaknya yang mengalami muntah dan diduga mengalami kekurangan cairan.
Menurut Dani, setibanya di puskesmas ia bertemu dengan petugas medis yang bertugas. Namun, pihak keluarga mengaku terkejut ketika pasien disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit dengan alasan kapasitas ruang perawatan di puskesmas sedang penuh.
"Kami meminta agar anak kami mendapatkan tindakan medis awal terlebih dahulu sebelum dirujuk. Soal rujukan nanti akan kami musyawarahkan dengan keluarga. Apalagi dalam waktu dekat ada kegiatan yang ingin kami hadiri," ujar Dani.
Ia mengaku kecewa terhadap pelayanan yang diterima. Menurutnya, keterbatasan ruang perawatan tidak seharusnya menjadi alasan untuk tidak memberikan penanganan awal kepada pasien.
"Kalau memang penyakitnya sudah tidak bisa ditangani di sini tentu kami mengerti. Namun kondisi anak kami hanya mengalami muntah dan kekurangan cairan. Seharusnya ada tindakan medis awal sebelum dirujuk," katanya.
Selain itu, keluarga pasien juga menilai proses pelayanan berlangsung dengan waktu tunggu yang tidak jelas sehingga menambah kekecewaan terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan.
Menanggapi informasi tersebut, sejumlah unsur masyarakat yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Serang meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Serang melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas Jawilan.
Ketua Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPAR), M. Husen, turut menyuarakan perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik di fasilitas kesehatan tingkat kecamatan.
"Kami berharap seluruh petugas pelayanan kesehatan yang bertugas di Kecamatan Jawilan dapat mengutamakan kepentingan masyarakat. Pelayanan kesehatan harus diberikan secara profesional, humanis, serta mengedepankan keselamatan dan kepentingan pasien," ujarnya.
Tidak hanya itu, sejumlah aktivis di Provinsi Banten juga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Serang maupun Dinas Kesehatan Provinsi Banten melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Menurut mereka, pelayanan dan penanganan medis bagi masyarakat merupakan kebutuhan dasar yang harus diberikan secara optimal dan tidak boleh diabaikan.
"Kesehatan masyarakat adalah prioritas. Kami berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat lebih tegas dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan agar kejadian serupa tidak terulang," ujar salah seorang aktivis.
Sementara itu, Kepala UPT, Puskesmas Jawilan, Hj. Imas Migiarti, S.KM, M.Si. saat dihubungi wartawan melalui sambungan WhatsApp mengaku sedang berada di luar kantor sehingga belum dapat memberikan penjelasan secara rinci terkait keluhan yang disampaikan masyarakat tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Jawilan maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Serang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi dari pihak terkait sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang.
Tim



0 Komentar