Serang, banten.siji.or.id. – Antrean panjang kendaraan dump truck yang diduga akan mengangkut tanah galian terlihat mengular di area SPBU Harendong Jawilan dengan nomor SPBU 34.42119. Kondisi tersebut disebut-sebut menyebabkan kemacetan hingga ruas jalan Cikande–Rangkasbitung dan dikeluhkan oleh pengguna jalan yang melintas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah dump truck yang diduga bermuatan atau akan melakukan aktivitas pengangkutan tanah terlihat mengantre untuk melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM). Situasi ini memunculkan dugaan di tengah masyarakat terkait penggunaan BBM bersubsidi yang dikhawatirkan tidak tepat sasaran.
Salah seorang petugas SPBU saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pengisian BBM kepada kendaraan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Menurut keterangan petugas, pengisian yang dilakukan berada pada batas normal sekitar 50 liter per kendaraan.
Meski demikian, dugaan dan pertanyaan dari masyarakat terus berkembang karena sering terjadinya kehabisan stok BBM bersubsidi di SPBU tersebut. Warga meminta adanya pengawasan dari instansi terkait guna memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan dan tidak disalahgunakan.
Selain persoalan distribusi BBM, keberadaan antrean dump truck yang panjang juga dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas. Pengguna jalan berharap pihak terkait dapat melakukan penataan agar aktivitas pengisian BBM tidak menyebabkan kemacetan yang berdampak pada masyarakat umum.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen SPBU maupun instansi berwenang terkait dugaan penyaluran BBM bersubsidi kepada kendaraan operasional tambang tersebut. Masyarakat berharap adanya klarifikasi dan pengawasan agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran serta tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Berita ini disusun berdasarkan informasi dan keluhan masyarakat. Untuk menjaga prinsip keberimbangan, pihak SPBU, Pertamina, maupun instansi terkait berhak memberikan klarifikasi atau hak jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan kode etik jurnalistik.
(Tim)



0 Komentar