![]() |
Aktivis menilai munculnya berbagai tanggapan yang dianggap sebagai pembelaan diri justru menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Mereka khawatir hal tersebut menunjukkan kurangnya keterbukaan terhadap masukan publik yang seharusnya menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas pelayanan.
"Ketika masyarakat menyampaikan kritik, seharusnya itu diterima sebagai bahan introspeksi dan evaluasi. Jika kritik justru direspons dengan sikap yang terkesan tidak menerima masukan, hal itu dapat menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat," ujar salah seorang aktivis.
Menurut mereka, sebagai institusi pelayanan publik, Puskesmas memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik sekaligus terbuka terhadap pengawasan dan kritik dari masyarakat. Sikap profesional, kata mereka, tidak hanya diukur dari pelayanan yang diberikan, tetapi juga dari kemampuan menerima dan menindaklanjuti keluhan warga secara bijak.
Aktivis menegaskan bahwa masyarakat tidak menginginkan polemik berkepanjangan. Yang mereka harapkan adalah adanya langkah konkret untuk memperbaiki pelayanan sehingga kepercayaan publik dapat kembali pulih.
Oleh karena itu, mereka mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Serang untuk segera melakukan evaluasi secara objektif dan menyeluruh terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat di Puskesmas Jawilan.
"Masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang baik dan profesional. Karena itu, evaluasi perlu dilakukan agar semua persoalan dapat ditelaah secara terbuka demi kepentingan masyarakat," pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, masyarakat masih menunggu langkah dan tanggapan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Serang terkait tuntutan evaluasi terhadap pelayanan di Puskesmas Jawilan.
(Tim)



0 Komentar