Selamat Datang Di Website Resmi, SUARA INDEPENDEN JURNALIS INDONESIA

Ricuh Limbah Scrap di PT SAAB, Karang Taruna Pasirbuyut Meradang: Perusahaan Dinilai Ingkar Janji dan Tidak Konsisten

 

SERANG – Banten.siji.or.id. Polemik pengelolaan limbah scrap dan rijek produksi di PT Sinar Anugerah Abadi Bersama (SAAB) di Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, memicu ketegangan. Karang Taruna Desa Pasirbuyut selaku pemegang Surat Perjanjian Kerja (SPK) mengaku kecewa terhadap sikap manajemen perusahaan yang dinilai tidak konsisten dan ingkar terhadap kesepakatan yang telah dibuat bersama.

Ketua Karang Taruna Desa Pasirbuyut, Suryana, menegaskan bahwa pihaknya memiliki dasar hukum dan dokumen resmi terkait kerja sama pengelolaan limbah scrap di perusahaan tersebut. Namun dalam praktiknya, kata dia, perusahaan justru diduga memberikan ruang kepada pihak lain untuk mengambil limbah tanpa mengindahkan kesepakatan awal.

“Awalnya sudah ada perjanjian resmi antara Karang Taruna Pasirbuyut dengan PT SAAB terkait pengelolaan limbah scrap dan rijek produksi. Tapi belakangan perusahaan terkesan tidak konsisten menjalankan isi perjanjian,” ujar Suryana kepada wartawan.

Dalam dokumen surat pernyataan tertanggal 1 Juli 2025 yang ditandatangani Suryana, disebutkan bahwa Karang Taruna Desa Pasirbuyut menjalin kerja sama jual beli limbah scrap dengan PT SAAB. Bahkan dalam surat tersebut juga dijelaskan adanya komitmen kompensasi untuk warga dan tempat ibadah di lingkungan sekitar perusahaan selama kerja sama berlangsung.

Tak hanya itu, dalam dokumen perjanjian kerja sama juga tertuang mekanisme pembayaran, sanksi keterlambatan pembayaran hingga penyelesaian perselisihan yang disepakati kedua belah pihak.

Namun di lapangan, situasi justru memanas setelah muncul pihak pembeli lain yang disebut-sebut tetap melakukan aktivitas pengangkutan limbah scrap meski Karang Taruna merasa masih memiliki hak berdasarkan SPK yang ada.

“Kami mempertanyakan konsistensi perusahaan. Kalau memang kerja sama masih berlaku, kenapa ada pihak lain yang masuk? Ini yang membuat masyarakat dan Karang Taruna kecewa,” katanya.

Ketegangan semakin mencuat setelah disebut adanya oknum yang diduga membawa nama institusi TNI dalam aktivitas pengambilan limbah tersebut. Salah seorang pembeli bahkan disebut datang dengan pengawalan atau beking dari oknum yang mengatasnamakan Koramil Cikande.

Menurut keterangan yang diterima, oknum tersebut mengaku keberadaannya hanya menjalankan perintah atasan.

“Yang membuat kami kaget, ada pembeli yang datang membawa bekingan oknum TNI dari Koramil Cikande. Saat ditanya, yang bersangkutan mengaku hanya diperintah atasan,” ungkap sumber di lokasi.

Kondisi itu membuat suasana di area perusahaan sempat ricuh lantaran warga dan pihak Karang Taruna merasa hak mereka diabaikan. Mereka mendesak manajemen PT SAAB untuk bersikap terbuka dan konsisten terhadap perjanjian yang telah disepakati bersama.

Karang Taruna juga meminta agar perusahaan tidak menimbulkan konflik horizontal di masyarakat akibat kebijakan yang dinilai berubah-ubah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Sinar Anugerah Abadi Bersama belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan ingkar janji dan ketidak konsistenan terhadap kerja sama pengelolaan limbah scrap tersebut.

Tim: Suara Independen Jurnalis Indinesia

0 Komentar