Selamat Datang Di Website Resmi, SUARA INDEPENDEN JURNALIS INDONESIA

PMII Rayon Tarbiyah STAI Assalamiyah Gelar Wisata Religi dan Bincang Sejarah Kebantenan


Serang, 3 Mei 2026 — Pengurus Rayon Tarbiyah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STAI Assalamiyah menggelar kegiatan Wisata Religi dan Bincang Sejarah Kebantenan pada Minggu (3/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis organisasi dalam memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus memperluas wawasan kesejarahan di kalangan mahasiswa dan masyarakat.

Mengusung tema “Meningkatkan Nilai-Nilai Spiritual dan Wawasan Kedaerahan”, kegiatan ini mencerminkan komitmen PMII dalam membangun kesadaran religius yang terintegrasi dengan pemahaman identitas lokal berbasis khazanah sejarah Banten. Tema tersebut dinilai relevan di tengah tantangan modernitas yang kerap menggeser keseimbangan antara dimensi spiritual dan intelektual.

Ketua Rayon Tarbiyah PMII STAI Assalamiyah dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan memiliki dimensi edukatif dan reflektif yang kuat.

“Wisata religi menjadi media pembelajaran kontekstual untuk memahami nilai-nilai historis dan spiritual secara lebih mendalam. Kami berharap peserta mampu menangkap nilai perjuangan, spiritualitas, serta identitas kedaerahan yang terkandung dalam sejarah Banten, lalu mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sesi inti kegiatan diisi dengan bincang sejarah yang berlangsung interaktif, dipandu oleh Sahabati Aat sebagai moderator. Diskusi menghadirkan Sahabat Fachmi Ludin, S.Pd., Sekretaris III Bidang Keagamaan PKC PMII Banten, sebagai pemantik.

Dalam pemaparannya, Fachmi menekankan pentingnya memaknai sejarah sebagai sumber nilai yang hidup dan tetap relevan.

“Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi sumber nilai yang dapat membentuk karakter generasi muda. Dari Kesultanan Banten, kita belajar tentang kepemimpinan, perjuangan, dan spiritualitas yang harus terus dihidupkan,” ungkapnya.

Diskusi mengangkat berbagai aspek penting dalam sejarah Kesultanan Banten, mulai dari nilai perjuangan, kepemimpinan, hingga spiritualitas tokoh-tokoh terdahulu. Peserta diajak untuk merefleksikan dan menginternalisasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menjadi ruang edukasi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antaranggota PMII dan masyarakat. Interaksi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat solidaritas kolektif dalam menjaga dan melestarikan warisan sejarah.

Melalui kegiatan ini, PMII Rayon Tarbiyah STAI Assalamiyah berharap dapat menumbuhkan kesadaran kritis generasi muda terhadap pentingnya nilai-nilai sejarah dan spiritualitas, sekaligus mendorong upaya pelestarian identitas kedaerahan berbasis kearifan lokal.

DN

0 Komentar