Rabu 11/3/2026
Kabupaten Serang – Kondisi memprihatinkan dialami seorang ibu berstatus janda di Desa Tanjungsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni hingga akhirnya roboh akibat diterjang cuaca ekstrem.
Melihat kondisi tersebut, Ketua Karang Taruna Kecamatan Pabuaran, Fathul Adhim, turun langsung mengunjungi lokasi rumah warga tersebut untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Fathul Adhim mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah menyampaikan kondisi rumah tersebut kepada Pemerintah Desa Tanjungsari sejak tahun 2024 agar warga tersebut diprioritaskan menerima bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah. Namun hingga saat ini bantuan tersebut belum juga terealisasi.
“Sejak tahun 2024 kami sudah menyampaikan kondisi ibu tersebut kepada pihak desa agar bisa diprioritaskan mendapatkan bantuan rumah layak huni. Namun sampai hari ini belum ada tindak lanjut yang jelas, bahkan rumah yang ditempati akhirnya roboh karena kondisinya sudah sangat rapuh,” ujar Fathul Adhim saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, persoalan rumah tidak layak huni seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah desa karena menyangkut keselamatan serta kelayakan hidup warga.
Ia menilai lambannya respons pemerintah desa menunjukkan kurangnya kepekaan terhadap masyarakat yang benar-benar membutuhkan perhatian.
“Masalah RTLH ini merupakan persoalan mendasar. Pemerintah desa seharusnya aktif melakukan pendataan serta mengawal usulan bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat agar warga yang membutuhkan bisa segera terbantu,” katanya.
Karang Taruna Kecamatan Pabuaran juga menilai bahwa jika sejak awal ada keseriusan dari pemerintah desa dalam mengawal usulan bantuan tersebut, kemungkinan besar bantuan rumah layak huni dapat segera direalisasikan.
“Sangat disayangkan jika warga harus menunggu sampai rumahnya roboh terlebih dahulu baru menjadi perhatian,” tambahnya.
Karang Taruna Kecamatan Pabuaran pun mendesak Pemerintah Desa Tanjungsari untuk segera mengambil langkah konkret guna membantu warga tersebut, baik melalui Dana Desa, program bantuan sosial, maupun dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Serang agar bantuan rumah layak huni dapat segera diberikan.
Selain itu, pihak Karang Taruna juga meminta adanya evaluasi terhadap mekanisme pendataan warga miskin dan rumah tidak layak huni agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di wilayah Kecamatan Pabuaran.
“Kami berharap pemerintah desa lebih responsif dan memiliki kepekaan sosial terhadap kondisi masyarakat di lapangan. Jangan sampai warga yang benar-benar membutuhkan justru terabaikan,” tutup Fathul Adhim.
Suara Independen Jurnalis Indonesia




0 Komentar