Serang, – Seorang oknum berinisial PD diduga membawa uang “roko” dari bos pemborong proyek pembangunan di SMPN 1 Pamarayan, Kabupaten Serang. Hingga kini, yang bersangkutan belum dapat dihubungi karena telepon selulernya tidak aktif. Senin 16/3/2026.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, uang roko tersebut sebelumnya telah diberikan oleh bos proyek berinisial P untuk disampaikan kepada pihak terkait. Namun hingga kini uang tersebut diduga belum sampai kepada pihak yang dimaksud.
Menurut keterangan salah satu sumber, pada Minggu (15/3/2026) bos proyek sempat mengirim pesan WhatsApp kepada salah satu rekan PD untuk memastikan terkait uang tersebut.
“Iya, duit jeung uang roko di-TF-keun ka PD,” tulis bos proyek P dalam pesan yang diterima rekannya.
Namun ketika sejumlah rekan mencoba menghubungi PD untuk meminta klarifikasi, nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif.
Sumber lain menyebutkan, jika memang uang tersebut digunakan untuk kebutuhan pribadi, seharusnya PD menyampaikan secara terbuka kepada rekan-rekan yang terlibat.
“Kalau memang dipakai untuk kebutuhan pribadi seharusnya ngomong saja. Jangan sampai menimbulkan kecurigaan,” ujar sumber tersebut.
Diketahui, sekitar sebulan sebelumnya PD juga sempat mengeluhkan kepada beberapa rekannya bahwa dirinya merasa disingkirkan dari pekerjaan, khususnya terkait proyek kandang ayam di Desa Keboncau yang diduga belum memiliki perizinan lengkap.
PD juga pernah menceritakan bahwa sebelumnya dirinya dipercaya memegang uang pengondisian sebesar Rp1 juta untuk rekan-rekan. Namun belakangan tugas tersebut disebut telah diberikan kepada orang lain.
Merasa tersisih, PD sempat menyampaikan kepada rekannya bahwa suatu saat mereka juga akan mendapatkan hasil dari pekerjaan tersebut.
“Kalau kita mah uang seribu juga ada. Sabar saja, nanti juga kita ada hasilnya,” ungkap PD saat itu, seperti ditirukan oleh sumber.
Selain itu, beberapa rekan menilai PD kerap terlibat konflik dengan teman satu profesinya. Bahkan, ia disebut sering mengadu antar rekan demi kepentingan pribadi.
Hingga berita ini diterbitkan, PD belum memberikan klarifikasi. Nomor telepon yang bersangkutan masih tidak aktif sehingga belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut terkait dugaan tersebut.
(Tim Suara Independen Jurnalis Indonesia)



0 Komentar