Selamat Datang Di Website Resmi, SUARA INDEPENDEN JURNALIS INDONESIA

Jalan Alternatif Cadasari–Petir Rusak Parah dan Tergenang Limbah, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak


Pandeglang–Serang,Banten.siji.or.id – Kondisi Jalan Alternatif Cadasari–Petir yang berada di perbatasan Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang hingga kini belum diperbaiki secara menyeluruh. Kerusakan yang terjadi di sejumlah titik dikeluhkan para pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, karena dinilai membahayakan keselamatan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Kerusakan terpantau mulai dari wilayah Desa Cadasari hingga depan Desa Ciinjuk, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Badan jalan tampak tidak lagi rata, dipenuhi lubang, dan kerap tergenang air. Genangan tersebut diduga berasal dari pembuangan limbah rumah tangga yang mengalir ke jalan akibat saluran drainase yang tertutup dan tidak berfungsi. Selain mengganggu kenyamanan, kondisi ini juga menimbulkan bau tidak sedap.

Di wilayah Desa Ciinjuk memang telah dilakukan pengecoran sepanjang kurang lebih 500 meter. Namun, perbaikan tersebut belum menjangkau seluruh titik kerusakan. Memasuki perbatasan Desa Kaung Caang hingga Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, kondisi jalan kembali menunjukkan kerusakan signifikan tanpa adanya tindak lanjut perbaikan.

Kerusakan lebih parah juga terlihat dari Desa Cikentrung hingga Pasar Rego yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Serang, tepatnya di Desa Suka Jaya, Kecamatan Kroncong. Hingga kini, ruas jalan tersebut dilaporkan belum mendapatkan perbaikan berarti selama bertahun-tahun.

Padahal, sesuai Pasal 273 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), penyelenggara jalan yang tidak segera dan patut memperbaiki jalan rusak sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dapat dikenai sanksi pidana, mulai dari pidana penjara hingga denda, tergantung pada tingkat akibat yang ditimbulkan.

Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat jalan alternatif tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah dan kerap dilalui kendaraan masyarakat setiap hari. Kerusakan jalan tidak hanya berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, tetapi juga berdampak pada roda perekonomian warga.

Melalui pemberitaan ini, masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pembenahan sistem drainase, agar perbaikan yang dilakukan bersifat permanen dan merata, bukan hanya tambal sulam di titik tertentu.

Peran media sebagai penyampai informasi publik diharapkan mampu mendorong adanya respons cepat dan konkret dari pihak terkait, demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

(Suara Independen Jurnalis Indonesia)

0 Komentar