Serang = Dugaan pemangkasan anggaran di SMP negeri satu Pamarayan pembiaran pelanggaran hukum secara terang terangan dalam aktivitas menyeruak menjadi sorotan publik
sejak awal proyek tersebut ini telah menunjukkan identitas pelanggaran serius namun justru terkesan di biarkan pemerintah daerah dan instansi teknis terkait.
Pekerjaan fisik pembangunan di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP negeri satu Pamarayan) di wilayah Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten, diduga tidak sesuai dengan nilai anggaran yang telah ditetapkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, total anggaran pekerjaan tercatat mencapai sekitar Rp212.793.802. Namun, realisasi pekerjaan fisik di lapangan diduga jauh lebih kecil dari nilai tersebut.
Dari data yang diperoleh, pekerjaan yang dilaksanakan disebut hanya meliputi:
Sekitar Rp100.000.000 untuk pekerjaan atap dan pemasangan jendela
Sekitar Rp56.500.000 untuk pekerjaan badan bangunan
Jika dijumlahkan, total pekerjaan yang diduga terlaksana hanya sekitar Rp156.500.000. Dengan demikian terdapat selisih sekitar Rp56 juta lebih dari nilai anggaran yang seharusnya digunakan.
Pekerjaan tersebut diketahui mulai dilaksanakan sejak 2 Oktober 2025, namun hingga saat ini muncul dugaan adanya pemangkasan anggaran pekerjaan fisik sekolah.
Sejumlah pihak mempertanyakan kesesuaian antara nilai anggaran proyek dengan kondisi fisik bangunan di lapangan. Dugaan ini memunculkan indikasi adanya potensi penyimpangan dalam penggunaan dana pembangunan sarana pendidikan.
Masyarakat berharap pihak terkait seperti Dinas Pendidikan Kabupaten Serang maupun aparat pengawas dapat segera melakukan pemeriksaan agar penggunaan anggaran pendidikan benar-benar tepat sasaran dan transparan.
Jika terbukti terjadi penyimpangan, kasus ini berpotensi merugikan keuangan negara sekaligus menghambat peningkatan kualitas sarana pendidikan di sekolah tersebut. Namun saat di konfirmasi di ruang anyah kepala sekolah SMP negeri satu Pamarayan mengatakan Saya juga menerima uang haya 500 ribu, ujar kepala, sekolah,
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.jum.27/ peb.2026
(Tim Suara Independen Jurnalis Indonesia)



0 Komentar